Sungguh banyak orang yang sukses karena memulai setiap kerja dengan Basmalah. Mereka bukan orang sembarangan, tetapi mereka adalah pemilik nama-nama besar. Berikut ini beberapa nama orang-orang sukses tersebut :
1. Nabi Nuh AS dan Kapalnya
Nabi Nuh adalah sosok manusia yang tegar yang tidak pernah terpengaruh oleh godaan-godaan duniawi. Sejak diangkat menjadi nabi, kerja dakwah beliau tidak pernah kendor meskipun tantangan datang dari segala penjuru. Istri yang tidak berjalan seiring, anak yang tidak taat, masyarakat yang melecehkan, tidak membuat kerja dakwah yang telah diagendakan siang dan malam dengan metode yang bervariasi menjadi melemah.
Perjuangan dakwah selama 950 tahun beliau jalani dengan penuh kesabaran meskipun yang merespon dakwah ini tidak seberapa banyak. Mengingat umat yang beliau ajak sudah tidak berpotensi menkadi orang baik, Allah memilih jalan seleksi buat mereka; yang baik dibiarkan hidup dan yang lain binasa dalam peristiwa banjir besar yang tidak ada taranya dalam sejarah manusia.
Apa yang membuat Nabi Nuh AS tegar dalam memegang dan memperjuangkan prinsip? Kalau kita simak, ternyata Nabi Nuh memiliki kebiasaan selalu memulai pekerjaannya dengan menyebut basmalah. Ucapan Basmalah Nabi Nuh diabadikan dalam Al-Qur'an dalam firman-Nya:
Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar maha Pengampun lagi maha Penyayang. (QS.Hud:41)
Berbekal Basmalah dalam mengawali aktivitasnya, beliau tidak pernah kecewa dengan capaia-capain quantitatif pengikut dakwah. Prinsip Basmalah mengajarkan beliau prinsip penilaian berorientasi proses dan tidak berorientasi hasil, karena yang dinilai Allah adalah kesungguhan dan keprofesionalan kerjanya. Setelah dilakukan dengan sseksama, beliau serahkan hasilnya kepada Allah yang selalu menyertai kerjanya.
2. Nabi Sulaiman dan Kerajaannya
Tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak kenal dengan Nabi Sulaiman. Dia adalah seorang raja dan penguasa besar yang memerintah di kawasan Palestina dan sekitarnya sekarang. Kebesarannya meliputi segala aspek; otak cemerlang, memiliki feeling yang tajam dalam memutuskan perkara, kekuasaanya luas, menguasai bahasa bintang, dan menjadi penguasa manusia dan sekaligus jin.
ORANG-ORANG YANG SUKSES DI BALIK BASMALAH
Posted by
Suwardi Belitong
at
5:32 AM
0
comments
TUBUH ANDA SELALU BERUBAH
Penulis buku Perenungan, Mahradaji, telah mendapatkan pengetahuannya dari Indiadan dari tempat-tempat lainnya. Ia meninggalkan dunia kedokteran dan membuka pusat pelatihan di Klifornia Selatan. Ia mengatakan ,"Manusia mengalami perubahan dengan cara yang tidak pernah terbayangkan oleh otak. Liver mengurai, membentuk dan berubah setiap enam minggu. Ginjal mengurai dan membentuk setiap delapan minggu. Lambung berubah setiap minggu. Kulit berubah setiap enam minggu dan tulang punggung setiap enam bulan.
Allah selalu merubah diri Anda menjadi lebih baik. Anda selalu baru. Yang tidak berubah dalam diri Anda adalah pemikiran-pemikiran Anda, karena mereka buatan Anda; mereka dibiarkan terserah Anda. Allah berfirman,"... dan pada diri kalian, apakah kalian tidak melihat?" (Adz-Dzariyat:21). Manusia tidak sanggup menggerakan satupun dari jarinya yang patah, atau memperbaiki anggota tubuhnya yang telah terpotong. Namun Allah memberikan kelenturan pada tubuh kita sehingga bisa bergerak dengan cara-cara tertentu. Pada Ayat tersebut Allah berbicara pada kita melaluiindera penglihatan, terkadang melalui indera pendengaran, dan pada saat yang lain melalui perasaan-perasaan.
Anda berubah dan menjadi baru setiap saat. Anda terus-menerus dalam perubahan. Usia Anda berubah. Pemikiran-pmikiran Anda berubah: setiap saat Anda mendapatkan pengalaman atau melakukan eksperimen dalam kehidupan ini, maka tentukan bagaimana Anda akan berubah, menjadi lebih baik atau bukan lebih baik! Pilihlah perubahan yang sesuai, yang merespon kepribadian dan pemikiran Anda! Jadilah selalu lebih baik!
Seseorang yang tidak mau belajar akan merugikan dirinya sendiri, pada profesi dan pekerjaannya. Manusia yang tidak mengikuti planet perubahan, tidak bisa memanfaatkan kesempatan dan tidak bisa menjadi prfibadi yang lentur. Ia tidak akan pernah bisa mendapatkan keuntungan dari kehidupan pekerjaan dan kehidupan sosialnya.
Bagaimana seseorang itu jatuh bangkrut? Melalui depresi, frustasi, kekhawatiran, ketegangan, penderitaan, dan kegelisahan yang berflebihan. hal seperti ini benar-benar terjadi pada zaman kita sekarang ini, meskipun terdapat banyak buku, jurnal dan kaset yang diterbitkan. Meskipun banyak ahli, ilmuan, teledvisi, buku, dan pelajaran melalui korespodensi, akan tetapi semua penyakit ini tetap ada dan banyak. Hal itu tidak pernah terjadi pada orang-orang sebelum kita, kenapa? Hal ini kerena hilangnya afiliasi, sebab jauh dari Allah dan tidak memiliki kemampuan bertahan dalam mengikuti perubahan.
Haypel berbicara tentang perubahan. Ia berkata,"Jika saya tidak menemukan jalan, maka saya akan membuat jalan itu!" Rubahlah setiap hari meskipun hanya sesuatu yang kecil. Rubah cara bicara Anda, Cara pikir dan cara berkomunikasi Anda. Pilihlah kata-kata yang paling baik. Lakukan perubahan yang positif di dalam hidup Anda, setiap hari
Referensi: "Way to Success and Rich"
Posted by
Suwardi Belitong
at
7:19 AM
0
comments
Labels: berpikir positif, motivasi, psikologi
RAMUAN PEMIKIRAN PRIBADI
Manusia lahir dan di dalam dirinya tumbuh sebuah kesadaran untuk menyadari adanya makna-makna dan nama-nama. Lalu dalam kehidupannya, manusia menyusun bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Di dalam bahasa ini terdapat kayakinan-keyakinan seseorang, prinsip-prinsip pemikiran dan pendapat-pendapatnya. Mungkin saja orang lain tidak setuju atau berbeda pendapat dengan beberapa pendapatnya itu. Pendapat yang dibangun manusia inilah yang disebut dengan pemahaman dirinya. Pemahaman diri ini memiliki tiga berikut ini :
Pertama: didapat atau dipelajari. Ya, ciri pertama dari pemahaman diri adalah pemahaman itu didapat bukan bawaan dari lahir. manusia mendapat pemahaman ini dari dunia luar, karena manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apapun; file-file otak dan file-file jiwanya dalam keadaan kosong. Firman Allah, "Dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibumu dalam keadaan tidak mengerti apapun. Lalu dia telah menjadikan telinga, mata dan perasaan untukmu, agar kalian bersukur." (An-Nahl:78)
Melalui pendengaran, penglihatan dan perasaan manusia mengidi file-file kosong tersebut.
orang yang pertama kali mengisi file-file tersebut, pada masa pertumbuhan seorang anak, adalah kedua orang tuanya. Seorang anak mempelajari segala sesuatu dari ayah dan ibunya; belajar bahasa berinteraksi dan berperilaku. Setelah itu ia akan tumbuh semakin besar; lalu keluar ke jalan, ke sekolah dan mendapatkan banyak hal lain dari tempat-tempat tersebut. Kemuadian ia memiliki kawan dan terpengaruh hal-hal positif maupun negatif dari mereka.
Begitu pula ia terpengaruh oleh sajian yang menarik hatinya, yang disodorkan olaeh media masa seperti, misalnya, terpengaruh oleh gaya bicara dan penampilan para presenter acara televisi. Begitulah hal-hal tersebut mempengaruhi dan banyak menghilangkan atau membatalkan file-file sebelumnya. Seorang remaja hingga usia delapan belas tahun menyaksikan televisi selama empat puluh sampai lima puluh jam per minggu. Sementara orang dewasa menghabiskan waktunya untuk menonton televisi selama dua belas sampai dua puluh jam perminggu. Semua itu ikut berperan dalam menentukan cara berpikir, kecenderungan-kecenderungan dan keyakinan-keyakinan.
Dengan begitu, lebih dari 90% pemahaman diri didapatkan dari dunia luar, mulai dari kedua orang tua, sekolah, lingkungan sekeliling hingga masyarakat luas.
Arti dari pemahaman diri tersebut didapatkan adalah: semua itu bisa dirubah menjadi lebih baik sesuai dengan kemauan orang bersangkutan.
Kedua, teratur, tertata. Ya, ciri kedua dari pemahaman diri itu adalh keteraturan. Keteraturan berarti keamanan dan jaminan yang membuat seseorang merasakan keberadaannya. Dirinya harus bisa meyakinkan hatinyabahwa pemahamannya baik dan benar. Mungvkin karena ia merasa kurang nyaman dengan mereka yang tidak sependapat dengannya, sehingga membuatnya berlaku agresif demi membela dan mempertahankan sudut pandangnya. Untuk bisa mengatasi masalah ini, ia harus terbuka dengan orang lain dan menerima pemahaman mereka. Mungvkin saja ia mendapatkan pemahaman baru dari mereka yang ingin dipelajarinya, lalu mengaikan pemahaman baru ini dengan kebahagiaan, hal-hal positif dan sebaliknay.
Ketiga, dinamis. Ya, ciri ketiga dari pemahaman diri adalah kedinamisan; artinya pemahaman itu merupakan bagian dari aktivitas yang bergerak naik-turun sehingga menjdikan seseorang merasa, misalnya :
• Ingin mempelajari bahasa
• Ingin menurunkan berat badan
• Ingin memperbaiki hidupnya
• Ingin menghasilakan gelar magister dan doktoral
• Ingin melakukan olahraga
• Ingin memiliki komitmen dalan menjalankan ibadah dan berperilaku baik
• Ingvin meninggalakan sifat emosional
• Ingin berhenti merokok dan lain-lain
Barangkali seseorang sudah mulai bergerak untuk mewujudkan hal-hal diatas, ia pun bergerak keatas, mulai melaksanakannya. Namun setelah beberapa hari ia berhenti melaksanakannya karena merasa letih dan sakit. Di sini, datanglah keteraturan di dalam pemahaman dirinya ia mengingvinkan rasa yang nyaman dan tidak sakit.
Oleh karena itu, perimbangan yang diperlukan adalah: "Bagaimana membuat hal-hal yang dinamis menjadi teratur, dan membuat hal-hal yang teratur menjadi dinamis. Dan perimbangan semacam itu terealisasi dalam perubahan bertahap
Posted by
Suwardi Belitong
at
6:06 AM
1 comments
ENAM JANIS ORANG

Kalau diamati dengan seksama, sesungguhnya di dunia ini ada enam janis manusia. Anda termasuk jenis yang mana? Jawabannya ada apa diri Anda sendiri.
Jenis Pertama : orang yang hidup di dunia ini dan tidak mengerti apa yang diinginkannya, tidak mengetahui target-target yang ingin diraihnya. Semua keinginannya hanyalah makan dan minum dengan kecukupan. Meskipun begitu, ia tidak pernah berhenti mengeluhkan kesulitan hidup.
Jenis Kedua :Orang yang mengerti apa yang diinginkannya, tetapi tidak mengetahui bagaiman cara mencapainya. Ia menunggu orang lain yang mau mengarahkan dan memapahnya. Orang jenis ini lebih menderitadaripada jenis pertama.
Jenis Ketiga : orang yang mengetahui sasarannya dan tahu cara mencapainya, akan tetapi ia tidak yakin pada kemampuannya sendiri. Ia telah memulai langkah-langkah untuk mewujudkan sesuatu, tapi tidak melanjutkannya. Membeli buku, tapi tidak membacanya, ... dan selalu begitu. Ia tidak mau memulai langkah sukses, dan jika memulainya tidak mau meneruskannya.
Jenis Keempat : orang yang mengerti keinginannyadan mengetahui cara menggapainya, percaya pada kemampuannya. Akan tetapi mudah terpengaruh orang lain. ketika sedang melakukan sesuatu, ia mudah terpengaruh orang lain begitu mendengar orang lain berkomentar negatif.
Orang jenis ini, begitu mulai membangun sesuatu, ia akan menghancurkannya kembali hanya karena orang lain berbeda dengan dirinya! Saling silangnya perbedaan pendapat telah membuatnya tidak konsisten pada satu pilihan. Di dalam diri jenis orang keempat ini, ia sama sekali tidak pernah merasa mantap dengan pemikirannya sendiri. Sehingga ia menjadi mudah ragu dan menjadi mangsa bagi pendapat-pendapat lain yang berbeda dengan pendapatnya.
Jenis Kelima : Orang yang mengerti keinginannya, mengetahui cara mencapainya percaya pada kemampuaan dirinya, tidak terpengaruh dengan komentar orang lain kecuali yang bernilai positif, berhasil meraih kesuksesan kerja dan kekayaan. Akan tetapi setelah mendapatkan itu semua, ia merasa letih dan lesu sehingga tidak mau lagi berpikir kreatif untuk meneruskan kesuksesan tersebut..
Padahal kesuksesan yang diraihnya itu, bisa menjadi kunci bagi kesuksesan-kesuksesab berikutnya.
Jenis Keenam : Orang jenis ini mengetahui tujuannya, mengerti cara-cara mewujudkannya, percaya pada bakat dan kemampuan-kemampuan yang telah diberikan Allah, mendengarkan berbagai pendapat yang berlainan, menimbangvnya dan mengambil manfaat darinya. TGidak gentar menghadapi rintangan dan tantangan. Setelah melakukan segala upaya yang ia mampu, dan mengerahkan segala instrdumen yang ia miliki, ia lalu bersikukuh teguh menjalankannya seraya berserah diri pada Allah, tawakal. Dan ia akan mewujudkan berbagai keberhasilan tgerus menerus. Ia tidak akan menghentikan cita-citanya pada sustu batas tertentu.
jadi sekarang Anda tipe atau jenis orang yang mana? Segeralah perbaiki untuk menuju ke jenis orang ke enam untuk menjadi orang yang sukses sejati.....
Kesuksesan ditentukan pilihan anda saat ini...
Bagaimana Cara Sukses KLICK DISINI
Posted by
Suwardi Belitong
at
5:50 AM
0
comments
Bahagia Adalah Tuntutan Semua Orang

Terdapat satu kenyataan penting yang tertanam di dalam diri setiap orang, yaitu menginginkan kebahagiaan bagi dirinya. Ia ingin sukses dalam pekerjaan, ingin berhasil di masyarakat, dan sukses secara materi. Ia menginginkan keluarga yang hidup tenteram penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang.
Namun apakah setiap orang bisa mewujudkan semua keinginannya tersebut? Silahkan tanyakan pada diri anda masing-masing, "Apakah Anda bahagia?"
"Apakah kebutuhan finansial Anda tercukupi?"
Diatas semua itu semua, tanyakan, "Apakah Anda merasakan keseimbangan sepiritual?"
Jawabannya pastilah tidak semua orang yang sukses dalam pekerjaannya memiliki keseimbangan jiwa ...!!!"
Salah satu universitas di Amerika pernah mengadakan penelitian (sensus)yang hasilnya menyatakan , "KURANG DARI TIGA PERSEN PENDUDUK DUNIA YANG SUKSES MEMILIKI KESEIMBANGAN SPIRITUAL ...!!!" Ya! Mungkin seseorang sukses, akan tetapi ia tidak harmoni; jiwanya menderita dan mood-nya terganggu. Dari orang-orang yang sukses itu, hanya sedikit yang mampu meraih kesuksesan material dan keagungan jiwa secara bersamaan.
MAU SUKSES MATERIAL DAN KEAGUNGAN JIWA SECARA BERSAMAAN? KLICK DISINI
Posted by
Suwardi Belitong
at
5:43 AM
0
comments