Analisa Keuntungan Bisnis Id Card


Bisnis Id card atau buka usaha percetakan dan menerima jasa cetak id card sangat menguntungkan dan keuntungan per bulan bisa mencapai Rp. 15,000,000
Modal: (pc atau komputer saya anggap anda sudah ada)


Printer : Rp. 900,000
alat potong id : Rp. 600,000
laminator : Rp. 500,000
plong id card : Rp. 300,000
pvc card : Rp. 250,000

Sewa Tempat : Rp. 800,000 (perbulan)
Sewa Pegawai : Rp. 500,000
Listrik : Rp. 300,000
Total Modal :

Rp. 3,350,000 (tanpa biaya pegawai dan listrik)
Pengeluaran perbulan :

Rp. 1,600,000
Harga Pokok Id Card

Printer : 900,000 / 500 lembar = 1,800
alat potong id card : 600,000 / 1000 lembar id card = 600
Laminator : 500,000 / 1000 lembar = 500
Plong Id Card : 300,000 / 1000 lembar = 300
Tinta Printer : 250,000 (3 warna) / 500 = 500
Pvc Card : 5000 per lembar (bolak balik)
TOTAL : Rp. 8,700 (harga pokok 10 ID card) / 870 (1 ID card)
Perkiraan Penjualan

anda bisa menjual per id card dengan harga mulai dari Rp. 1,000 sampai Rp. 3,000
Penjualan Rp. 1,000 (jarang orang jual harga 1000 rupiah karena terlalu murah)

Perhari anda mengerjakan 1000 Id card x 30 hari = 30,000
Keuntungan kotor Perbulan : 30,000,000 - 26,100,000= Rp. 3,900,000
Keuntungan Bersih Perbulan : 1,600,000 - 3,900,000 = Rp. 2,300,000
Penjualan Rp, 2000 ( harga normal)

Perhari anda mengerjakan 500 Id card x 30 hari = 15,000
Keuntungan Kotor Perbulan : 30,000,000 - 13,050,000 = Rp. 16,950,000
Keuntungan Bersih Perbulan : 1,600,000 - 16,950,000 = Rp. 15,350,000

Read More......

Usaha dgn Modal kecil

Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).
Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.


Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:
LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.
MULAILAH SAAT INI.

Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.
HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.

Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.
JENIS USAHA

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:
Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.
Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain

Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.
Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.

sumber : http://dcparfum.com/kiat-memulai-usaha-dengan-modal-kecil.html

Read More......

10 Langkah Untuk Membuka Usaha Sendiri

Tulisan ini saya ambil dari StartupNation.com, yaitu sebuah situs yang memfokuskan pada pengelolaan dan pengembangan usaha kecil.

Dalam posting ini, saya akan membagi tulisan dalam beberapa bagian sehingga lebih mudah untuk dibaca. Jika anda ingin langsung melihat artikel aslinya, silakan membuka http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm.

10 Langkah ini dibuat oleh Jeff dan Richard Sloan, pendiri, penasihat, dan pembina situs StartupNation. Dalam pandangan saya, 10 langkah yang diajukan Jeff da Richard merupakan langkah yang juga bisa diterapkan di Indonesia, karena konten yang disampaikan cukup universal.


10 langkah yang dimaksud adalah:

* #1: Membuat Rencana Hidup
* #2: Memilih Model Bisnis
* #3: Membuat Rencana Bisnis
* #4: Menentukan Struktur Bisnis
* #5: Membuat Aset Bisnis yang Utama
* #6: Mencari Pendanaan
* #7: Menata Logistik
* #8: Mencari Orang yang Tepat
* #9: Membuat Merek
* #10: Pasarkan dan Jual

Berikut pemaparannya…

Langkah No. 1: Membuat Rencana-Hidup

Sebelum memulai usaha, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa yang kita ingin capai dalam hidup. Karena sebuah usaha kecil mempunyai peluang berkembang yang lebih baik jika pemiliknya menyukai apa yang dilakukannya. Jika anda mengerjakan apa yang anda suka, anda akan bekerja lebih giat, lebih baik, dan lebih bahagia.

Dalam langkah ini, kita akan fokus pada dua hal: elemen-elemen Rencana-Hidup dan menerapkan Rencana-Hidup yang sudah anda buat.
Elemen-Elemen Rencana-Hidup

1. Kondisi Anda Saat Ini

Pikirkanlah secara cermat dan jujur tentang hidup anda saat ini. Perhatikanlah hal-hal yang penting bagi anda seperti pekerjaan, hiburan, hubungan sosial dan asmara, keuangan, dan lainnya. Kemudian, tuliskanlah dalam bentuk bullet points temuan anda dan masukkan dalam kategori-kategori berikut:

* Kualitas hidup anda saat ini, skala 1 sampai 100 (100 adalah kualitas hidup terbaik menurut anda)
* Kenyataan hidup, termasuk tanggung jawab, ketersediaan dana untuk memulai usaha sendiri, pengeluaran.
* Hal-hal yang membuat anda bahagia
* Hal-hal yang membuat anda tidak bahagia

2. Hidup Ideal yang Anda Inginkan

Elemen ini merupakan gambaran singkat tentang kehidupan ideal yang anda impikan. Tuliskan secara singkat dan dalam bentuk bullet points. Jangan takut untuk menuliskan cita-cita dan impian ideal anda, walau terlihat muluk-muluk sekalipun. Tuliskan hal-hal yang bisa membuat anda merasa hidup.

3. Yang Sangat Anda Suka Lakukan

Pikirkan hal-hal yang sangat anda suka untuk lakukan, baik di tempat bekerja, tempat belajar, di rumah, ataupun di tempat rekreasi. Buatlah daftar secara singkat (misalnya ketika berada di kantor, di rumah, di pasar, dsb.). Jangan khawatir jika ada item yang berulang. Itu berarti anda sudah memfokuskan hal-hal yang anda sangat inginkan dalam hidup.

4. Keahlian dan Kapasitas: Hal-hal yang Anda Bisa Lakukan Dengan Baik

Buatlah daftar tentang kemampuan, pengalaman, dan kekuatan yang anda miliki untuk mencapai hidup ideal yang anda inginkan di atas.

Perlu diingat bahwa keahlian tidak terbatas hanya dari pengalaman profesional, tapi juga keahlian dari kehidupan personal anda (misalnya menjadi pendengar yang baik, punya empati yang tinggi, dsb).

Kombinasi keahlian dari pengalaman profesional dan personal ini nantinya bisa membantu anda untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan anda.

5. Prestasi Anda

Buatlah daftar pencapaian-pencapaian paling membanggakan yang pernah anda alami, baik dari kehidupan profesional maupun pribadi. Berikan perhatian khusus pada pencapaian-pencapaian yang bisa membantu anda dalam mendirikan sebuah bisnis dan pengelolaannya.

6. Gaya Bekerja Ideal Anda

Gaya bekerja seperti apakah yang anda inginkan? Apakah full-time, part-time, dari rumah, di belakang layar, atau berinteraksi dengan banyak orang? Cermati gaya bekerja yang menurut anda paling cocok dan ini bisa membantu anda dalam menentukan jenis usaha yang paling sesuai.

Cara lain melihat bagian ini adalah, sejauh mana anda mau mengambil resiko? Anda mungkin menginginkan memulai bisnis dengan resiko yang relatif rendah.

7. Manifesto Anda

Ini adalah misi pribadi anda, nilai-nilai yang anda yakini dan hal-hal yang memotivasi anda untuk maju. Tulislah semua itu dalam sebuah pernyataan (maksimum satu halaman). Untuk menulis manifesto, anda sebaiknya memasukkan seluruh temuan anda di langkah 1 sampai 6, dan merangkumnya menjadi sebuah pernyataan prinsip dan prioritas yang jelas

Sebagai contoh, berikut manifesto saya dalam membuka usaha sendiri:

Saya meyakini bahwa bekerja adalah sebuah kebebasan untuk mencapai cita-cita. Bekerja bukanlah untuk memperkaya bisnis orang lain ataupun menggantungkan hidup pada atasan. Bekerja adalah kebebasan yang memberikan kemerdekaan untuk mengatur waktu, menentukan dengan siapa saya bekerja, dan menentukan bagaimana saya menjalini hidup.

Berusaha sendiri merupakan manifestasi keyakinan saya terhadap kebenaran Hadist Nabi (saw) yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki adalah melalui jalur perniagaan.

Adalah keinginan saya untuk membentuk lingkungan kerja di mana para karyawan merasa sebagai keluarga dan mempunyai tujuan yang sama, saling menghargai, dan saling mempercayai. Saya ingin menciptakan suasana kerja yang adil, jujur, dan transparan, sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama.

Merupakan sebuah kepuasan dan pencapaian yang membanggakan bagi saya untuk bisa membuka lapangan kerja dan memberikan peluang kepada orang lain untuk mencari rejeki melalui usaha yang saya dirikan.

8. Langkah-Langkah Utama Untuk Mencapai Cita-Cita Anda

Bagian ini merupakan langkah di mana anda harus mengembangkan langkah-langkah aksi (action plan) dari temuan anda di langkah 1 sampai 7.

Pada titik ini, anda sudah mengetahui ke mana arah yang anda inginkan, keahlian apa yang anda miliki, dan gaya bekerja seperti apa yang sesuai dengan anda.

Buatlah daftar yan isinya berupa langkah-langkah yang akan anda lakukan untuk merealisasikan Rencana-Hidup yang anda buat di atas.


Menerapkan Rencana-Hidup Anda

Sangat dianjurkan untuk mencetak rencana hidup yang anda buat dan menaruhnya di lokasi yang mudah terbaca. Dengan demikian anda akan terus diingatkan akan apa yang anda ingin raih dan apa yang harus anda lakukan.

Idealnya, anda memeriksa rencana hidup anda secara rutin. Untuk mengukur pencapaian dan melakukan perubahan dan penambahan yang diperlukan. Tidak mengapa jika ada hal-hal yang anda ingin rubah dalam rencana hidup anda. Hidup itu dinamis, dan begitu pula seharunya rencana hidup yang anda buat.

Gunakan rencana hidup anda sebagai landasan untuk mengambil keputusan strategis—termasuk pasar yang ingin anda masuki, bisnis model yang akan diterapkan, dan jenis usaha yang akan diambil, apakah dengan banyak karyawan, sedikit karyawan, atau dengan bekerja sendi
ri.

Namun yang paling penting, Rencana-Hidup anda akan memposisikan anda untuk melakukan hal-hal yang anda CINTAI, dan ini akan membuat anda selalu maksimal sebagai seorang pengusaha.


Bersambung….

Read More......

Tips Memulai Usaha Bagi Pemula

Ingin berbisnis tetapi Anda termasuk daun hijau? Tidak perlu khawatir. Nikmati tip-tip di bawah untuk Anda yang akan memulai bisnis baru atau berwirausaha meski masih muda dalam dunia usaha.

1. Miliki Mimpi!
Awal dari terwujudnya kesuksesan besar adalah mimpi besar. Bermimpi memiliki tempat usaha di mana-mana, cabang di mana-mana, mendirikan dua sampai tiga perusahaan sekaligus, omzet mencapai milyaran rupiah, banyak pelanggan dalam negeri maupun luar negeri, dan menuai kesuksesan-kesuksesan masa depan lainnya. Mimpi ini Anda jadikan sebagai motivasi untuk menggali ide-ide kreatif dalam menciptakan sebuah usaha. Nikmati mimpi tersebut tanpa menghentikan langkah nyata berusaha.

2. Obsesi dan Hobby
Tanamkan obsesi kuat meraih cita-cita Anda. Mulailah memperhatikan hobi Anda yang belum sempat Anda lirik sekalipun. Hobi menulis, bercerita, memasak, bermain bulu tangkis, main catur, membuat desain dan hobi lain yang mungkin hanya dipandang sebelah mata saja. Rahasianya ada pada kesungguhan hati Anda untuk menekuni salah satu hobi Anda. Ambilah satu dari hobi Anda yang menurut Anda cocok untuk dijadikan usaha. Berikan sepenuh hati Anda dalam menjalankan hobi Anda. Satu hal yang harus Anda pegang, semua berawal dari hal kecil, dan kerjakeras.

3. Sadari Realitas
Meskipun saya menyarankan bermimpi hal besar, saya katakan itu guna motivasi dan pencarian obsesi Anda yang sebenarnya. Di kala sudah bermimpi maka kembalilah pada kenyataan. Lihatlah apa-apa yang sudah Anda miliki dan hitung seberapa besar modal yang harus digunakan untuk menjalankan bisnis Anda. Mulailah dari apa yang Anda merasa ahli dibidangnya. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain. Hanya fokus pada usaha baru Anda dan rencana-rencana untuk mengembangkannya.

4. Memiliki Rencana Bertahap
Tidak ada yang langsung jadi di dunia ini. Semua dimulai melalui tahapan-tahapan kejadian. Begitu pula Anda yang baru merintis usaha, apalagi masih hijau. Hal pertama pastilah masalah modal. Jika memang modal Anda hanya sedikit, ikuti saja peraturannya. Anda wajib berpikir dua kali dalam menggunakan modal yang ada. Rencanakan sesuai kepentingan saja. Yakinlah bahwa keuntungan akan datang sendiri jika menjalankan tahap usaha dengan benar.

5. Menyusun Rencana Kreatif
Menjalankan usaha tidak sederhana jika menginginkan hasil maksimal. Berusahalan memiliki ide bisnis kreatif. Baik dari segi produk yang sedang Anda usahakan, pengelolaan modal, penjajakan jaringan, atau rencana kretif lain seperti pelayanan customer, bonus-bonus produk, launching produk, dal sebagainya.

6. Miliki Ide Antisipasi Masalah Bisnis
Dunia bisnis sarat dengan ketegangan. Bila kita tidak menyiapkan beberapa senjata yaitu rencana-rencana kreatif, bisa jadi malah terjebak dalam lingkar bisnis tidak menyenagkan. Awal bisnis yang baik memerlukan susunan rencana cadangan. Karena tidak semua berjalan mulus. Jika suatu saat usaha Anda mengalami goncangan baik modal maupun kinerja usaha, maka susunan rencana Anda yang lain siap menolong Anda.

7. Rancang Anggaran Anda
Setelah beberapa waktu usaha Anda berjalan dan mulai terlihat usaha makin menguntungkan, segeralah menyusun anggaran sesuai pos-pos penting untuk kelangsungan usaha Anda. Tempatkan pengeluaran dan pemasukan dalam wadah yang berbeda. Berhati-hatilah di area anggaran ini, karena jika tidak tepat Anda akan kesulitan menanganinya.

Semoga Berhasil!

Read More......

Cermat dan Hati-hati dalam Berinvestasi

Akhir-akhir ini banyak sekali jenis investasi yang ditawarkan kepada kita. Beragam model investasi tersebut sepertinya sungguh menggiurkan dan menjanjikan. Bahkan tak sedikit jenis investasi yang menawarkan kemudahan, keuntungan yang maksimal dengan bunga yang tinggi. Namun, Anda jangan terlalu cepat percaya dengan segala macam keuntungan yang dijanjikan tersebut. Justru Anda harus lebih cermat dan selalu hati-hati dalam memilih jenis investasi yang Anda inginkan, agar Anda tidak terperangkap menjadi korban dalam sistem penipuan berkedok investasi.


Berikut sedikit tips yang bisa Anda jadikan acuan sebelum memutuskan untuk berinvestasi :

1. Anda harus paham bahwa dalam berinvestasi, semakin tinggi bunga yang dihasilkan maka akan semakin tinggi pula resiko yang berarti uang Anda bisa hilang semua. Untuk itu, jangan terlalu percaya pada sistem investasi dengan iming-iming bunga hasil yang terlalu tinggi.
2. Tanyakan dengan jelas tentang izin perusahaan tersebut apakah Bank (harus ada izin BI), Pengelola Investasi (harus ada izin Bapepam), Asuransi dan Dana pension (harus ada Izin Bapepam), Berjangka (harus ada izin Bapepti).
3. Anda harus mengetahui dengan jelas kemana dana tersebut diinvestasikan.
4. Apabila menjajikan penawaran bunga yang tinggi, Anda juga harus menanyakan mengapa dan bagaimana bunga yang ditawarkan bisa begitu tinggi.
5. Anda juga perlu mengetahui dengan pasti berapa besar perusahaan dan pemilik perusahaan ikut menginvestasikan dana mereka ke sistem investasi tersebut, apabila memang benar bunga yang ditawarkan tinggi
6. Jangan lupa untuk menanyakan juga mengenai besar dana penjual (tenaga marketing) yang diinvestasikan dalam sistem investasi tersebut
7. Apabila semua pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijelaskan oleh pihak penawar investasi, lebih baik Anda menghindarinya karena bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu bentuk investasi palsu.

Prinsipnya, Anda harus benar-benar teliti dan memastikan bahwa jenis investasi tersebut memang benar dan terpercaya. Jangan sampai Anda menjadi korban penjahat investasi akibat kurang cermat dan tidak berhati-hati dalam berinvestasi.

Read More......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com