Baru beberapa bulan ini, tepatnya mulai 3 bulan yang lalu saya tertarik pada bisnis JARINGAN. Awal mula ketertarikan saya karena saran salah seorang teman untuk mencari orang yang menjalankan bisnis JARINGAN untuk dijadikan tim marketing di usaha saya. Berkat saran seorang teman tersebut saya mendatangi teman saya yang sudah menjadi leader di BISNIS JARINGAN produk TELEKOMUNIKASI. Begitu kami bertemu dan bertukar fikiran, saya jadi penasaran ingin melihat secara langsung bagaimana proses training yang diadakan PERUSAHAAN yang diikuti teman saya.
Sebelum saya bertemu teman saya dan menghadiri seminar nasional yang diadakan perusahaan MLM tersebut, saya termasuk salah satu orang yang kurang tertarik dengan BISNIS JARINAGN. Saya menganggap BISNIS JARINAGN sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan. Tapi begitu saya datang di seminar tersebut dan mendapatkan presentasi yang sangat bagus, mulai timbul ketertarikan dalam diri saya. Ketertarikan saya yang pertama dari produk yang dipasarkan perusahaan JARINGAN ini. Perusahaan ini memasarkan produk-produk TELEKOMUNIKASI meliputi PULSA DAN LAIN-LAIN MASALAH TELEKOMUNIKASI. Tentang produk, saya berfikir bahwa ini adalah sebuah bisnis besar yang sangat mudah dipasarkan. Produk masa depan yang unik dan berbeda dari yang lain. Kita tahu, saat ini produk TELEKOMUNIKASI termasuk kebutuhan yang sangat penting, karena hampir semua orang dewasa di Indonesia menggunakan Hand Phone yang otomatis berhubungan dengan pulsa. Ketertarikan saya berikutnya semakin besar setelah mengikuti pertemuan kelompok di BISNIS JARINAGN teman saya. Kekuatan duplikasi di bisnis Jaringan yang membuat saya tersadar dan terkesan akan potensi bisnis ini. Bagaimana tidak, semua ilmu, kemampuan, dan pengalaman seorang upline yang didapatkan diberikan secara total pada para downline-nya. Tidak ada istilah pelit ilmu di bisnis jaringan, karena semakin banyak ilmu yang diberikan pada para downline-nya semakin besar pula potensi bertambahnya omset dan penghasilan dia. Hebatnya lagi, ilmu yang diberikan merupakan ilmu marketing praktis dengan tingkat keberhasilan tinggi, bukan sekedar teori belaka. Ilmu seperti inilah yang sangat sulit didapatkan di pendidikan formal, seandainya ilmu marketing Bisnis jaringan diajarkan pula di perguruan tinggi saya yakin angka pengangguran bagi para sarjana akan sangat kecil.
Tunggu apalagi, marilah untuk memulai usaha sendiri tanpa mengganggu aktivitas utama kita. Dalam bisnis ini tidak perlu modal yang sangat besar. dengan modal hanya Rp. 175 ribu, tetapi akan memberikan profit ke kita puluhan juta perbulan. Salah satu teman saya sekarang penghasilannya sudah mencapai 6 jutaan perbulan tanpa harus kerja dari pagi sampai larut malam. Saya akan membantu anda untuk sukses di dalam bisnis ini (swrdningrat@gmail.com). BRAVO FLEXTER
Potensi Luar Biasa Bisnis Jaringan
Posted by
Suwardi Belitong
at
8:03 PM
0
comments
Kekuatan Sebuah Buku Impian
Pada sebuah seminar tentang motivasi, saya tertarik dengan pembahasan seorang nara sumber tentang kekuatan sebuah buku impian.
Diceritakan ada sepasang suami istri yang hidup sebagai seorang wirausaha. Mereka berdua mempunyai kebiasaan yang unik. Menuliskan semua impian dan cita-cita mereka tentang masa depan dalam sebuah buku. Segala kesuksesan dan keinginan yang ingin mereka raih, mereka tulis di buku impian tersebut. Semuanya, keinginan mempunyai mobil mewah, keinginan berlibur ke luar negeri, keinginan mempunyai banyak cabang usaha, dan keinginan lain yang terbayang di fikiran mereka. Biasanya, mereka secara rutin menuliskan saat malam hari menjelang tidur.
Setiap kali menghadapi masalah, baik masalah keluarga atau masalah bisnis mereka, mereka berdua membuka buku tersebut. Kala kesedihan mendera dan putus asa menghinggapi mereka, mereka berdua membaca satu persatu apa yang menjadi impian mereka. Setelah membaca kembali impian mereka yang ingin dicapai, mereka berdua tertawa, terharu, dan akhirnya mempunyai semangat lagi untuk berjuang. Begitu terus setiap kali ada masalah, buku itu berperan sebagai obat dan pemompa semangat mereka untuk bisa semakin maju dan lebih baik.
Akhirnya, satu persatu impian mereka bisa tercapai. Setiap impian yang sudah tercapai, mereka memberinya sebuah tanda. Mereka mempunyai target kapan impian itu harus dapat terlaksana. Begitu terus tiap hari, sampai tak terasa banyak orang yang kini menyebutnya sebagai; seorang pengusaha sukses dan terpandang.
disini saya akan akan mencoba memberikan sedikit ilmu cara membuat Buku Impian (Dream Book) Tersebut. Silahkan Anda coba jangan Tunggu -tunggu lagi (Take action now)
Setelah anda menentukan apa-apa saja yang ingin anda raih (impikan) dalam hidup ini, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan buku berupa album photo. Album photo ini nantinya akan berfungsi sebagai Buku Impian anda. Kemudian cari photo yang punya nilai emosional dari orang-orang yang anda sayangi. Misalkan photo mereka yang tampak menyenangkan atau bahkan yang paling menyedihkan sekalipun. Setelah itu tempel photo tersebut pada halaman awal Buku Impian anda. Bagi anda yang sudah berkeluarga, sebaiknya pada lembar pertama anda tempeli photo istri dan anak-anak, kemudian di lembar ke dua photo orang tua, dan seterusnya photo saudara anda. Namun bagi anda yang masih single, sebaiknya photo orang tua harus ditempel pada halaman pertama, kemudian baru photo saudara anda, atau kalau anda sudah punya calon pendamping photo si dia juga bisa anda pajang. Setelah itu di bagian bawah photo-photo tersebut beri kalimat mengenai apa saja impian anda untuk mereka. Kalimatnya terserah anda, yang penting terdapat unsur emosionalnya. Tapi mungkin sekedar untuk inspirasi, saya akan berikan contoh buat anda. Misalkan di bawah photo orang tua, anda tulis kalimat seperti di bawah ini :
“Bapak Ibu, kalian adalah orang-orang yang hebat, kalian adalah kebanggaanku. Anakmu tahu, bahwa sekian lama sudah anakmu ini tak dapat menunjukkan baktinya pada kalian. Aku cuma bisa mengatakan bahwa aku sayang kalian, namun aku sendiri belum mampu menunjukkan rasa sayangku lewat perbuatan. Bapak Ibu, saat ini anakmu ingin sekali bisa membahagiakan kalian, anakmu ingin agar kalian dapat menikmati usia senja ini dengan tenang, tanpa harus bekerja lagi membanting tulang. Hatiku sakit saat melihat peluh kalian bercucuran karena harus menghidupi keluarga mati-matian. Mulai saat ini anakmu akan berusaha untuk membahagiakan kalian dan keluarga, dan jika waktunya nanti tiba, anakmu ingin berangkat naik haji bersama kalian berdua, anakmu ingin membangun sebuah rumah yang layak buat kalian, anakmu ingin agar kalian dapat hidup bahagia di hari tua. Bapak Ibu, do’akan anakmu sukses! Do’akan anakmu ini mampu meraih apa-apa yang diimpikan. Terimakasih buat kalian orang-orang terhebat di muka bumi ini, Bapak dan Ibuku tersayang.”
Okey, bila anda sudah selesai menulis kalimat di bawah photo orang-orang yang anda sayangi, barulah anda cari gambar barang-barang yang ingin anda miliki. Misalkan anda ingin segera membeli sebuah rumah, cari gambar rumah yang sesuai dengan impian anda. Kemudian di bawah gambar rumah tersebut anda tulis kriterianya, misalkan tentang berapa ukuran luasnya, juga sekaligus fasilitas didalamnya, dan jangan lupa tulis target (hari, bulan, tahun) mengenai kapan anda akan memilikinya. Saran saya, cari sebanyak-banyaknya gambar barang-barang yang ingin anda miliki. Berfikirlah seandainya uang tak jadi masalah lagi buat anda, maka buatlah minimal 100 impian yang ingin anda wujudkan. Ayo semangat! Maju…! Maju…! Maju…! Anda pasti bisa sukses!!!
Sukses untuk anda….
Posted by
Suwardi Belitong
at
7:56 PM
0
comments
Tipe Wirausaha
1. Menjadi wirausahawan mandiri
Untuk menjadi seorang wirausahawan mandiri, berbagai jenis modal mesti
dimiliki. Ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat :
• Sumber daya internal, yang merupakan bagian dari pribadi calon
wirausahawan misalnya kepintaran, ketrampilan, kemampuan
menganalisa dan menghitung risiko, keberanian atau visi jauh ke depan.
• Sumber daya eksternal, misalnya uang yang cukup untuk membiayai
modal usaha dan modal kerja, social network dan jalur demand/supply,
dan lain sebagainya.
• Faktor X, misalnya kesempatan dan keberuntungan. Seorang calon
usahawan harus menghitung dengan seksama apakah ke-3 sumber
daya ini ia miliki sebagai modal. Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka ia
akan merasa optimis dan keputusan untuk membuat mimpi itu menjadi
tunas-tunas kenyataan sebagai wirausahawan mandiri boleh mulai
dipertimbangkan.
2. Mencari mitra dengan “mimpi” serupa
Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon wirausahawan
bisa mencari partner/rekanan untuk membuat mimpi-mimpi itu jadi
kenyataan. Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya
yang tidak dimilikinya sendiri sehingga ada keseimbangan “modal/sumber
daya” di antara mereka. Umumnya kerabat dan teman dekatlah yang
dijadikan prospective partner yang utama sebelum mempertimbangkan
pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.
Pilihan jenis mitra memiliki resiko tersendiri. Resiko terbesar yang harus
dihadapi ketika berpartner dengan teman dekat adalah dipertaruhkannya
persahabatan demi bisnis. Tidak sedikit keputusan bisnis mesti dibuat
dengan profesionalisme tinggi dan menyebabkan persahabatan menjadi
retak atau bahkan rusak. Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga,
risiko yang dihadapi tidak banyak berbeda dengan teman dekat. Namun,
bukan berarti bermitra dengan mereka tidak dapat dilakukan. Satu hal yang
penting adalah memperhitungkan dan membicarakan semua risiko secara
terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga jika konflik tidak dapat
dihindarkan, maka sudah terbayang bagaimana cara menyelesaikannya
sejak dini sebelum merusak bisnis itu sendiri.
Mitra bisnis lain yang lebih netral adalah bank atau institusi keuangan
lainnya terutama jika modal menjadi masalah utama. Pinjaman pada bank
dinilai lebih aman karena bank bisa membantu kita melihat secara makro
apakah bisnis kita itu akan mengalami hambatan. Bank yang baik wajib
melakukan inspeksi dan memeriksa studi kelayakan (feasibility study) yang kita ajukan. Penolakan dari bank dengan alasan “tidak feasible” bisa
merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan
bagian kredit bank mengenai elemen apa saja yang dinilai “tidak
feasible”. Bank juga bisa membantu kita untuk memantau kegiatan usaha
setiap tahun dan jika memang ada kesulitan di dalam perusahaan, bank
akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pinjamannya. Ini
merupakan “warning” dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera
berbenah. Wirausahawan yang “memaksakan” bank untuk memberi
pinjaman tanpa studi kelayakan yang obyektif dan benar akhirnya sering
mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan
tidak jalan, dan hilanglah harapan untuk membuat mimpi indah menjadi
kenyataan. Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi, dalam skala
kecil maupun skala nasional. Pinjaman seringkali melanggar perhitungan
normal yang semestinya diterapkan oleh bank sehingga ketika situasi
ekonomi tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun turut
terbawa jatuh.
3. Menjual mimpi itu kepada wirausahawan lain (pemilik modal)
Jika teman atau kerabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah
karena kita lebih menghargai hubungan kekerabatan atau persahabatan
atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak
ada agunan yang bisa dijadikan jaminan untuk memulai usaha anda, ada
cara lain yang lebih drastis, yaitu menjual ide atau mimpi indah itu kepada
pemilik modal. Kesepakatan mengenai bagaimana bentuk kerjasama bisa
dilakukan antara si pemilik modal dan penjual ide. Bisa saja pemilik modal
yang memodali dan penjual ide yang menjalankan usaha itu, bisa juga
penjual ide hanya menjual idenya dan tidak lagi terlibat dalam usaha
itu. Jalan ini biasanya diambil sesudah cara lainnya tidak lagi
memungkinkan sedangkan ide yang kita miliki memang sangat layak
diperhitungkan.
Ketiga cara di atas selayaknya dipikirkan sebelum seseorang mengambil
keputusan untuk menjadi wirausahawan. Tanpa pemikiran mendalam,
pengalaman pahit akan menjadi makanan kita. Banyak usaha yang akhirnya
gulung tikar sebelum berkembang. Contohnya, pada tahun 1998, penduduk
Jakarta tentu masih ingat akan trend “kafe tenda” sebagai reaksi atas
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang saat itu banyak terjadi. Tiba-tiba
saja banyak mantan karyawan perusahaan beralih profesi menjadi
wirausahawan. Bahkan usaha tersebut ramai-ramai diikuti oleh pula oleh
para selebritis. Trend ini tidak mampu bertahan lama. Banyak “usaha
dadakan” ini terpaksa gulung tikar. Entah kemana para wirausahawan baru
kita ini akhirnya menggantungkan nasibnya sekarang.
Posted by
Suwardi Belitong
at
8:23 AM
0
comments
Strategi Meraih Kemenangan
Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang
pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian
Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir
dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :
a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang
kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan
untuk jadi seorang pemenang.
b. Yakinlah pada diri Anda
Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan
dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan
mencapainya.
c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak
sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda
memikirkan kembali pilihan karir Anda.
d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,
Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin
saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan
baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.
e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini
mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah
pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika
tidak berhasil mencapai sukses.
f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan
tim sepak bola
Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda.
Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.
g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda.
Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu-
satunya cara untuk mencapai tujuan.
Posted by
Suwardi Belitong
at
8:19 AM
0
comments
Kunci Sukses Usaha
William A. Ward pernah berkata, "Ada empat langkah mencapai sukses,
yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik,
dan tidak mudah menyerah." Gunakan falsafah Ward ini agar sukses.
Perinciannya sebagai berikut :
• Ikuti perkembangan jaman
Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak
membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak
membantu Anda.
• Buat rencana keuangan
Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target
jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi
keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
• Perkirakan aliran uang tunai
Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke
depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
• Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran
atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan
Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
• Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga
Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya
tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
• Kembangkan jaringan (network)
Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang
berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang
bisa digali.
• Disiplin/motivasi
Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau
motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar
apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang
harus dicapai dalam minggu ini.
• Selalu waspada dan siap
Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem
pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara
pemasaran atau kualitas produk.
• Cintai pekerjaan Anda
Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya “sense of belongin” pada
pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri,
dan uang akan mengikuti Anda.
• Jangan mudah menyerah
Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat
berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih
terlalu lama, apalagi menyerah.
Posted by
Suwardi Belitong
at
8:13 AM
0
comments
Kiat Memulai Usaha
1. START WITH A DREAM
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan
yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all
started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah
terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat
dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak
mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.
2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES
Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan
sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa
ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and
Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan
keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang
baru.
3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS
Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH,
PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah
pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut
kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha
akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik.
4. WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS
Ambillah resiko. The Gaint that u will be able to achieve is directly
proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan
merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai
akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang
diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan
kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan
“entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada
tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan
mengatur perusahaan yang telah maju.
5. SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants,
ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat
dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat
diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan
kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual
merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan
menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan
usaha pada fase itu.
6. WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY
Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan
seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat
dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh
workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat
tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan
memimpikan kerjanya.
7. MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama
orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan
tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha
kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
8. DEAL WITH FAILURES
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk
menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha,
selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan
mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah
dan hadapilah !
9. JUST DO IT, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga.
Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati
akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang,
karena besok bukanlah milik kita.
Posted by
Suwardi Belitong
at
8:05 AM
0
comments
Pasar Ponsel 2009, Segmen Menengah-Bawah Diserbu Vendor
EKONOMI global yang terus merosot dan berimbas negatif pada daya beli, membuat vendor besar mengubah strategi pemasaran.
Jika sebelumnya mereka membidik segmen menengah-atas (high end), pada 2009 ini justru pasang kuda-kuda menyerbu pasar menengah-bawah (low end).
Nokia, misalnya, vendor asal Finlandia ini pada 2009 berencana merilis enam seri ponsel untuk segmen murah atau menengah-bawah: Nokia 7100 Supernova, Nokia 5130 XpressMusic, Nokia 2323 Classic, Nokia 2330 Classic, Nokia 1202, dan Nokia 1661. Nokia 7100 Supernova didesain bagi pengguna yang mengutamakan gaya dan hiburan. Ponsel slide baru ini memiliki display warna resolusi tinggi, kamera 1,3 megapiksel, dan radio FM. Nokia 5130 XpressMusic hadir dengan fitur lebih familiar serta tombol cepat untuk mengakses musik. Seri ini dilengkapi kamera 2 megapiksel, radio FM, 3,5 mm jack headphone, dan dijagokan Nokia sebagai yang paling murah di kelasnya.
Menurut rencana, Nokia 5130 XpressMusic akan tersedia pada triwulan pertama 2009. Sementara Nokia 2323 dan Nokia 2330 classic menawarkan desain modern dan keragaman fitur. Keduanya dapat merekam siaran radio FM dan browsing internet. Nokia 2330 classic dilengkapi kamera terintegrasi, dan kabarnya akan masuk pasar Indonesia pada triwulan kedua 2009. Nokia 1202 dan 1661 menawarkan nilai tinggi dengan harga masuk akal. Seri 1202 merupakan ponsel Nokia termurah pada saat ini. Fitur Nokia 1202 unik dengan lampu senter, baterai tahan lama, dan ringtone lebih keras. Seri 1661 menjadi ponsel layar warna termurah yang diproduksi Nokia. Seri ini dilengkapi radio FM, layar warna berukuran besar, ringtone keras, lampu senter serta buku telepon dengan kapasitas besar. Nokia 1202 dan 1661, menurut rencana akan masuk pasar pada triwulan pertama 2009.
MOTOROLA
Vendor asal Amerika Serikat ini tak mau ketinggalan. Minimal mereka siap merilis empat seri ponsel baru pada awal 2009: Flash, calgary, Rush 2, dan Inferno. Seri Flash kabarnya akan menggunakan layar LCD touchscreen dan empat tombol di bawah layarnya. Calgary memiliki desain mirip Flash, namun diperkaya dengan keyboard QWERTY yang berada di bawah layar. Rush 2 didesain dengan keyaboard slider, hampir sama dengan Calgary. Teknologi yang dibenamkan pada Rush 2 lebih canggih, karena telah mendukung teknologi 3G, tapi belum layar sentuh.
Seri terakhir, Inferno, didesain dengan flip semi-transparan. Modelnya mirip seperti ROKR EM28. Di luar itu, Motorola juga akan merilis ponsel mewah Motorola AURA. Motorola mengklaim, AURA sebagai ponsel pertama di dunia yang memiliki display berbentuk bundar. AURA mengandalkan display 16 juta warna pada resolusi 300 dpi. Display itu belum termasuk selubung lensa kristal dari bahan safir 62 karat grade 1 yang kabarnya merupakan salah satu materi paling antigores di dunia.
Soal kejernihan suara, AURA mengadopsi fitur crystaltalk yang bisa membuat suara tetap terdengar jelas dan bening kendati menelepon di tempat yang sangat ramai dan bising. Menurut Marketing Motorola Mobile Devices Asia-Indonesia Yanty Agus, pada bagian belakang AURA akan terdapat jendela yang memperlihatkan pusat mekanisnya. "Bearingnya buatan Swiss, roda gigi hardened steel Rockwell 50-55 dan 130 precision ball bearing berpadu sehingga saat kita membuka ponsel ini seperti membuka pintu mobil mewah," ungkap Yanty.
125 PONSEL BARU
Hal sama dilakukan LG, vendor ponsel asal Korea Selatan. Meski 2009 dihantui krisis ekonomi, LG tetap optimistis. Bahkan, mereka bakal merilis 125 ponsel baru. "Kami harus bekerja dengan operator berbeda dari negara yang berbeda, kami pikir jumlah itu bukan angka yang besar," kata Chang Ma, VP Marketing LG Mobile Gobal. Khusus untuk negara berkembang, LG menjagokan jajaran produk murahnya yang dibekali kemampua memutar MP3, radio FM, dan kamera di bawah 2 megapiksel. Namun, meski dalam kapasitas terbatas, LG akan tetap bermain di pasar menengah-atas (high end). Hal ini sudah dimulai dengan dirilisnya seri KC 910, menyusul kemudian dengan kelahiran Prada II. Sedangkan Sony Ericsson belum mengumumkan line-up produk untuk 2009.
Kendati demikian, Head of Marketing Sony Ericsson Mobile Communications Indonesia Djunadi Satrio memastikan, ada satu model yang akan hadir pada Februari/Maret 2009, yaitu Soner W705. Banyak yang menilai Soner W705 sebagai reinkarnasi dari Soner W980. Pasalnya, W705 menawarkan aplikasi musik standar, seperti pada W980, yaitu TrackID dan SenseMe. Namun demikian, Soner W705 tetap memiliki ciri khas karena mengadopsi fitur Shake. Sebuah fitur yang mempermudah pengguna mengganti lagu yang diputar dengan cara yang unik. Cukup dengan sedikit menggoyang ponsel, musik yang diputar akan segera berganti dengan sendirinya.
Posted by
Suwardi Belitong
at
1:37 AM
0
comments
SEKILAS SUKU LAUT BANGKA BELITUNG
Penyebaran suku laut yang di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya sudah mengakar sejak lama; mereka disebut dengan berbagai nama diantaranya Suku Sawang, Suku Sekak, Suku Lanun. Pada umumnya mereka digolongkan sebagai kelompok atau komunitas yang unik karena mendiami pesisir pantai yang ada seputar Bangka Belitung dan sekitarnya termasuk kepulauan Riau dan sisi barat Kalimantan.
Kedatangan suku laut ini bermula dari masuknya Spanyol dan Portugis ke wilayah Pulau Mindanao Pilipina Selatan pada tahun 1521. Spanyol menyebut orang Mindanao ini seperti orang Islam Moroko yang ada di Spanyol, hingga kini orang Pilipina Selatan ini disebut dengan Orang Moro. Perlawanan dan perpindahan penduduk kepulauan Pilipina Selatan ini pada abad itu terus mengalir. Ke bagian Kepulauan Riau temasuk Lingga dan Bangka Belitung. Identipikasi mereka pun dikenal dengan dengan sebutan separti Suku Sekak yang dari Suku Sakai Pilipina, Lanun dari Suku atau orang yang menempati Teluk Lanoa Pilipina. Kemudian pada masa itu, suku tersebut mendiami Pulau Moro di Kepulauan Riau hingga ia disebut Pulau Moro, juga Pulau Mendanao di sisi barat Pulau Belitung.
Pada masa itu sebagian besar urang laut ini menjadi Bajak Laut laut yang terkenal dengan sebutan “Lanun” mereka hidup berkelompok dan terpisah-pisah serta mengabdi pada raja dari pulau yang mereka singgahi. Mereka tak memiliki kekuatan politis, dan secara ekonomi tergantung pada laut. Hidup dan ruang gerak mereka menjadi terbatas. Apalagi sejak Pemerintahan Belanda di Batavia mengadakan pembasmian perompak laut secara besar-besaran pada tahun 1838, di Perairan Belitung dipimpin oleh J.J Roy, maka peran Lanun yang disegani menjadi meredup. Suku-suku laut itu semakin terpisah menjadi kelompok kecil. Selanjutnya ada yang bisa beradaptasi dengan orang darat dan pada masa berdirinya perusahaan pertambangan timah mereka ada yang menjadi pekerja atau buruh kasar pertambangan timah terutama di Belitung.
Secara Tradisional dan ritual mereka adalah kelompok suku yang bertahan dengan pola hidup yang sebetulnya tak banyak memiliki perubahan. Usaha Pemerintah yang merelokasi mereka dari pesisir laut hingga ke bagian darat. Tak banyak membawa perubahan yang berarti. Ketergantungan pada laut yang sudah menjadi kebiasaan mereka tak begitu mudah untuk ditinggalkan. Hanya generasi terakhir yang sudah beradaptasi dengan orang daratan terlihat telah mengalami perubahan pola hidup; sosial ekonomi dan pendidikan. Namun relokasi ini tak sepenuhnya berhasil karena mereka sesungguhnya masih tetap tergantung pada keserasian atau kondisi awalnya sebagai suku yang harus hidup bertahan di laut.
Cara yang paling tepat adalah membuat kearifan hidup mereka secara layak harus pula sesuai dengan naluriah hidup mereka. Bukankah setiap suku atau puak berhak atas eksistensi kehidupan mendasar yang sesuai dengan pola hidup mereka?
Ian Sancin. Pengamat Masalah Sosial Budaya Bangka Belitung.
Posted by
Suwardi Belitong
at
7:46 PM
1 comments